Australia Uji Coba Aspal Berbahan Plastik dan Kaca

Posted on Des 22 2018 - 7:29am by Admin
Uji coba penggunaan sampah plastik, kaca, dan tinta printer bekas sebagai pengganti aspal di Tasmania
Uji coba penggunaan sampah plastik, kaca, dan tinta printer bekas sebagai pengganti aspal di Tasmania via ABC Australia

Gelitik – Di Indonesia, permasalahan sampah plastik dan kaca sudah pada titik memprihatinkan. Bahkan baru-baru ini berita tentang kematian ikan paus di Wakatobi jadi viral di seluruh dunia, dimana dalam perut ikan tersebut di temukan sampah plastik dan botol bekas seberat 5,9 kg.

Namun saat ini, sebuah percobaan tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kingborough, Tasmania, Australia. Percobaan tersebut adalah menggunakan material plastik dan kaca serta tinta printer bekas sebagai aspal.

Ujicoba ini dilakukan di jalan Charlton menggunakan material yang terdiri dari 530.000 kantong plastik, 168.000 botol kaca dan 12.500 tinta printer bekas untuk setiap kilometer.

Pejabat Pemkot Richard Atkinson mengatakan pihaknya berusaha mengurangi pencemaran limbah di wilayahnya. “Jika kita hitung jumlah plastik sekali pakai di jalan sepanjang 500 meter ini, itu setara dengan penggunaan kantong plastik selama dua tahun di Kingborough,” jelasnya kepada ABC Australia.

Baca juga : Google Mengembangkan Teknologi Canggih Pelacak Lokasi Panggilan Telpon Untuk 911

“Jika ini berhasil, kami akan memperluas penggunaannya untuk semua jalanan di sini,” tambahnya sebagaimana dikutip dari Kompas (11/12).

Material aspal berbahan plastik, kaca dan tinta printer bekas
Material aspal berbahan plastik, kaca dan tinta printer bekas via ABC Australia

Menurut Richard Atkinson, penggunaan material plastik dan kaca sebagai bahan aspal memang lebih mahal, namun untuk jangka panjangnya, aspal ini di perkirakan tahan 15 persen lebih lama dan pemeliharaan jalan akan lebih murah dibandingkan aspal biasa.

Sedangkan menurut kontraktor pelaksana pekerjaan aspal ini, Stuart Billing, kaca bekas yang digunakan merupakan produk sekali pakai. “Kaca-kaca ini tak dapat di daur ulang kembali menjadi kaca. Dihancurkan menjadi seperti pasir dan kami mencampurkannya di pabrik aspal kami”, katanya.

“Kami dapat memanfaatkan barang yang biasanya dibuang ke TPA atau berpotensi mencemari lingkungan,” jelasnya.

Sedangkan Nerida Mortlock dari perusahaan Close The Loop Australia, sebuah perusahaan yang bertujuan meminimalkan sampah plastik, dan menyediakan material untuk pembuatan aspal ini menjelaskan sampah plastik halus tidak terurai secara baik di TPA.

Baca Juga : Teknologi Keamanan Rumah Dengan Teknologi Smartphone

Apa dilakukan di sini yaitu melelehkannya menjadi aditif. Jadi tidak berupa plastik mikro. Tak ada masalah polusi yang ditimbulkan,” katanya.

Dia berharap seluruh Pemkot di Australia mulai menggunakan pengganti aspal ini sehingga bisa menangani sampah plastik yang kian jadi permasalahan di sana.

Hal ini pun bisa jadi pembelajaran bagi Indonesia, dimana saat ini sampah plastik dan kaca yang tergolong tinggi bisa di kelola menjadi sesuatu yang bermanfaat dan tidak memiliki dampak lingkungan.

Leave A Response