Belajar Dari Kesuksesan Seorang Gadis Cantik Sally Giovanny

Kesuksesan bukanlah milik orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi atau orang-orang dengan sokongan modal yang kuat, namun kesuksesan adalah milik orang-orang dengan tekad yang kuat dan dengan kemampuan memanfaatkan peluang sebagaimana gadis cantik yang bernama Sally Giovanny.

Belajar Dari Kesuksesan Seorang Gadis Cantik Sally Giovanny

Sally Giovanny adalah seorang pengusaha muda yang bergerak dalam bidang bisnis fasion dan secara khusus fokus pada batik. Yang kini telah memiliki toko batik dengan luas 1,5 hektar dan mempekerjakan sekitar 850 karyawan tetap dan 500san pengrajin batik.

Namun kesuksesan Sally ini tidak serta merta ia dapatkan, butuh perjuangan keras untuk mencapai kesuksesan yang ia raih sekarang.

Gadis Muallaf ini memulai karirnya saat ia lulus SMA dan memutuskan untuk membantu perekonomian keluarga dengan menjual batik Cirebon khas daerahnya ke berbagai pasar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sejak saat itu Sally mulai menggeluti bisnis batik secara fokus.

Pada usia 26 Tahun atau sekitar 8 tahun sejak ia memulai bisnisnya(Usia 18 Tahun), Sally telah menikmati hasil kerja kerasnya dimana toko Batik yang dulunya hanya toko kecil kini menjelma menjadi pusat grosir batik terluas di Indonesia yang mencapai 1,5 hektar dengan 850 karyawan tetap. Sally pun mempekerjakan sekitar 500san pengrajin batik yang tersebar di seluruh Cirebon dan sekitarnya.

Beberapa faktor yang mendukung kesuksesan Sally ini adalah akibat penggunaan batik di Seluruh Indonesia yang makin meningkat, selain itu status Kota Cirebon yang menjadi kota wisata di anggap juga salah satu andil dari kesuksesan yang ia raih sekarang.

Namun itu hanyalah salah satu faktor pendukung kesuksesan dari Sally ini, dan faktor paling utama adalah kerja keras dan tekad yang kuatlah yang membuatnya mampu meraih puncak kesuksesan.

Dengan mengusung label “Trusmi”, kini usaha Sally semakin meningkat dengan memanfaatkan media informasi dan komunikasi internet dalam memperkenalkan dan memasarkan produknya. Hal ini membuka peluang pasar yang lebih luas. Saat ini saja, omset penjualan toko batiknya mencapai 100juta perhari belum termasuk transaksi online.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada sebuah prinsip yang harus di terapkan, demikian juga Sally yang memiliki prinsip tersendiri dalam menjalankan bisnis yang ia geluti. Sally mengatakan bahwa “Saya lebih baik dikomplain karena harga, daripada dikomplain karena mutu produk“. Artinya dalam menjalankan usahanya Sally mengutamakan kualitas yang terjaga dan tidak apa kalau harga sedikit lebih mahal.

Kesimpulan, Kesuksesan itu adalah milik semua orang yang memiliki tekad yang kuat dengan memanfaatkan peluang yang ada dan bekerja dengan memengang prinsip dalam berusaha sebagaimana Sally Giovanny, Gadis muallaf tamatan SMA yang sukses dengan bisnis batik Trusmi yang kini cukup diperhitungkan di Negara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.