Gelitik – Setelah berkeluarga, banyak pasangan pengantin baru yang tinggal dengan orang tua mereka. Entah itu di rumah orang tua istri atau orang tua suami. Karena masih merasa belum siap hidup mandiri bersama keluarga kecilnya.

Padahal tinggal di rumah sendiri, walau pun harus menyewa kontrakan adalah lebih baik karena alasan-alasan yang nilainya positif.

Setelah menikah, jangan bergantung pada orang tua dengan tinggal bersama mereka kecuali kamu anak satu-satunya yang harus berbakti merawat orang tua. Namun itu pun dengan tanda kutip “tetap berusaha memiliki hunian sendiri”.

Mengapa setelah menikah sebaiknya tinggal di hunian sendiri walau harus sewa kontrakan?, berikut beberapa alasannya :

1. Mengajar kamu menjadi keluarga mandiri hingga siap menjadi dewasa sepenuhnya

1. Mengajar kamu menjadi keluarga mandiri hingga siap menjadi dewasa sepenuhnya
Pasangan Bahagia via Serumpi

Kamu yang baru menikah, tentu masih merasa sebagai anak yang memiliki ketergantungan pada orang tua. Kamu masih sering merasa bahwa kamu masih butuh perlindungan orang tua.

Orang tua akan selalu melindungi anaknya, namun tidak harus berada di dekatnya. Kan sudah ada pasangan hidup yang kamu pilih yang akan jadi sandaran kamu dalam menghadapi berbagai masalah.

Dengan hidup di hunian sendiri, maka kamu akan belajar untuk menjadi orang tua dimana urusan rumah tangga dan nafkah keluarga sepenuhnya berada di tangan kamu.

Berbeda bila kamu masih tinggal bersama orang tua dan saudara kamu, yang mana urusan rumah tangga dan ekonomi keluarga belum menjadi urusan serius karena masih merasa di bantu oleh orang tua dan saudara.

2. Menghindari pertengkaran dengan keluarga mertua yang biasanya di picu hal sepele

2. Menghindari pertengkaran dengan keluarga mertua yang biasanya di picu hal sepele
Mertua Menantu bertengkar via KR Jogja

Setelah menikah, istri ikut pada suaminya atau sebaliknya untuk tinggal di rumah orang tua mereka (mertua). Namanya baru berkeluarga, tentu urusan rumah tangga juga merupakan hal baru.

Makanya sebelum memutuskan untuk berkeluarga ada baiknya untuk mempersiapkan diri sebelum berkeluarga. Agar nantinya setelah berkeluarga bisa memahami kewajiban dan tanggung jawabnya.

Karena sudah sama-sama berkeluarga, mertua dan menantu sering terjadi masalah yang biasanya di picu oleh urusan sepele. Mulai dari urusan bersih-bersih hingga urusan ekonomi.

Mertua terkadang menuntut menantu untuk bisa seperti dirinya yang telah berpengalaman dalam berkeluarga. Sebaliknya, menantu yang baru berumah tangga masih merasa sebagai anak yang di perlakukan oleh orang tua tanpa tuntutan.

Disini lah terkadang timbul masalah perselisihan antara mertua dan menantu yang tidak bisa saling memahami. Mertua tidak memahami menantunya yang baru berkeluarga. Sedangkan menantu tidak memahami kalau ia telah berkeluarga dan bukan lagi sebagai seorang anak.

Selain masalah tugas, terkadang masalah keuangan juga jadi pemicu pertengkaran. Baik dengan mertua atau dengan saudara atau ipar kadang jadi satu masalah bila tinggal bersama.

Karena tinggal bersama, terkadang kita saling mengharapkan siapa yang akan belanja. Hingga akhirnya yang ada setiap barang yang kamu beli kamu sembunyikan dari mertua dan saudara atau ipar.

Kenapa, karena kamu hanya ingin dibagi tapi tidak mau berbagi. Coba tanyakan pada dirimu, benar tidak ini pernah menimpamu saat kamu masih tinggal dengan mertua.

3. Cepat memahami kehidupan berkeluarga soal kewajiban dan tanggung jawabnya

3. Cepat memahami kehidupan berkeluarga soal kewajiban dan tanggung jawabnya
Keluarga bahagia via PKS Sumenep

Jika kamu telah menikah dan hidup secara terpisah dengan orang tua masing-masing, maka akan lebih mudah memahami soal kehidupan berkeluarga.

Kamu akan memiliki rasa tanggung jawab atas pilihan hidup untuk berkeluarga. Dengan demikian kamu pun akan cepat meninggalkan sikap remaja kamu yang masih merasa bebas.

Istri akan memiliki rasa tanggung jawab atas kebersihan rumah dan kebutuhan suaminya. Dan suami akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menafkahi istri dan keluarganya.

Karena kini kamu benar-benar hanya sendiri, maka istri akan lebih memperhatikan tugas-tugas rumah tangga. Dan suami akan lebih serius mencari nafkah karena tau tidak ada lagi orang yang diharapkan bisa membantunya soal keuangan dalam rumah.

4. Tinggal di hunian sendiri, membuat kamu cepat memahami satu sama lain

Tinggal di hunian sendiri, membuat kamu cepat memahami satu sama lain
Saling Memahami via Konsultasi Syariah

Dengan hidup di rumah sendiri tanpa ada orang lain, maka kamu bisa cepat saling memahami. Walau pun mungkin suami istri telah kenal cukup lama saling mengenal namun belum saling memahami.

Dengan tinggal di rumah sendiri kamu bisa melihat bahwa istrimu bertanggung jawab atau tidak, demikian pula sebaliknya istri bisa tau apa suaminya bertanggung jawab atau tidak.

Namun bila nyatanya istri atau suami meninggalkan tanggung jawab, setidaknya jangan saling menyalahkan tapi saling menasehati. Karena pernikahan tidak semata soal cinta namun juga soal saling pengertian.

Karena meninggalkan tanggung jawab adalah aib bagi keluarga, jangan umbar aib keluarga kamu di sosial media, cukup kamu saja yang tau dan rahasia kamu aman karena kamu tinggal di hunian sendiri.

5. Merasa nyaman dan aman sentosa, tidak usah kuatir dan merasa tertekan

5. Merasa nyaman dan aman sentosa, tidak usah kuatir dan merasa tertekan
Pertengkaran Mertua Menantu via Merdeka

Tinggal di rumah sendiri maka akan merasa aman untuk melakukan apa saja. Mau membersihkan rumah sesuai mood dan waktu yang tepat. Beda ketika tinggal di pondok mertua indah, selalu merasa tidak enak bila tidak segera menyelesaikan tugas.

Akhirnya tanggung jawab yang bisa di jalani dengan menyenangkan menjadi tanggung jawab penuh tuntutan.

Beda dengan tinggal di rumah sendiri, sadar akan tanggung jawab namun tetap bisa melaksanakan tugas masing-masing dengan perasaan senang tanpa tekanan.

Istri bisa bersih-bersih rumah saat mood lagi baik, bisa istirahat saat lelah namun tetap berusaha melaksanakan tanggung jawab. Demikian juga bagi suami bisa istirahat sejenak tidak ke tempat kerja dengan mengambil cuti, tidak usah kuatir diomelin mertua karena dianggap malas.

Ada banyak nilai positif ketika setelah nikah tinggal di hunian sendiri walau harus ngontrak. Dan 5 hal diatas hanya gambaran singkat saja, masih banyak sekali hal lainnya yang bisa jadi nilai positif ketika memutuskan untuk tinggal di hunian sendiri setelah menikah.

Bila artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan, terima kasih.