Uang menjadi salah satu pemicu pertengkaran paling banyak yang di alami dalam sebuah keluarga. Bahkan uang sebagai sumber masalah keluarga menempati posisi teratas.

Mencari nafkah bagi keluarga sudah menjadi kewajiban seorang suami. Memberikan nafkah pada istri dan keluarga juga menjadi ketentuan yang harus di jalani.

Seorang istri yang meminta nafkah pada suami adalah hak yang di miliki seorang istri. Sehingga bagi suami, jangan mengatakan pada istri yang meminta haknya dengan perkataan yang menyakitkan.

Jangan di bilang bisanya hanya menghabiskan uang, bisanya cuma minta uang dan sebagainya. Coba ingat bagaimana istri kamu sebelum kamu menikahinya. Pernah ditulis dalam artikel Dahulukan Istri Kamu Dari pada Teman Atau Rekan Kerjamu.

Apa itu Nafkah? Nafkah sendiri memiliki pengertian secara bahasa adalah sesuatu yang di belanjakan hingga habis tak tersisa. Sedangkan pengertian secara istilah berkaitan hubungan suami istri, nafkah adalah kewajiban suami terhadap istri dan yang ditanggungnya berupa rumah, pakaian dan makanan, termasuk pendidikan.

Memberi nafkah pada Istri pahalanya sangat besar

Memberi nafkah pada Istri pahalanya sangat besar
Memberi Nafkah via Islamudina.com

Bagi seorang Muslim yang selalu berpedoman pada Nabi maka selalu mengambil dasar tindakan dari Nabi. Demikian juga dalam urusan rumah tangga khususnya soal nafkah.

Rasulullah bersabda : “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi).” (HR. Muslim)

Namun istri juga harus memahami hadist ini dengan bijak, karena kamu tidak punya kewajiban untuk memberi nafkah keluarga, maka tugas selanjutnya bagi istri adalah bersedekah di jalan Allah atau kepada orang miskin setelah semua kebutuhan tercukupi.

Minta izin pada suami tentunya dan menyampaikan kebutuhan keluarga telah tercukupi dan sebagian sisanya bolehkan saya sedekahkan ke jalan Allah dan orang miskin.

Dengan demikian keluarga kamu tentu akan semakin berkah dimana pahala mengalir. Suami memberi nafkah keluarga mendapat pahala, Istri bersedekah maka istri dan suami mendapat pahala.

Suami Mencari Nafkah bagi Keluarga adalah Jihad

Kerja keras via masrukhan.net

Jihad itu bukan hanya ikut berperang dengan mengorbankan Jiwa dan raga. Jihad itu juga bisa di lakukan dengan berjuang dengan harta di jalan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” Q.S. al-Tawbah: 41.

Jadi berjihad bukan hanya dengan jiwa namun juga dengan harta dan itu termasuk berjihad. Namun tetap dengan niat yang benar bahwa suami bekerja demi Istri dan keluarga dan mengharap Rahmat Allah.

Menghidupi keluarga dengan bekerja keras mencari nafkah termasuk bagian dari berjuang di jalan Allah selama niatnya benar yaitu ingin membahagiakan istri dan keluarga di rumah.

Pernah Rasulullah mencium tangan seorang tukang batu dan mengatakan bahwa tangan ini tidak akan tersentuh api neraka. Karena tukang batu tersebut bekerja keras demi menafkahi keluarganya.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana mulianya seorang suami yang mencari nafkah demi Istri dan keluarga dengan niat yang lurus.

Memberi Nafkah Istri Menghindari Dosa Mendapat Pahala

Memberi uang via Reportase Islam

Karena memberi nafkah bagi Istri dan keluarga merupakan kewajiban, maka meninggalkan kewajiban tersebut akan tercatat sebagai dosa. Sedangkan mengerjakan kewajiban tersebut tentu akan berbuah pahala.

Sebelum mengucapkan Ijab Qobul di depan penghulu, tentunya calon suami mengetahui konsekwensinya. Setelah Ijab Qobul dan resmi menjadi seorang suami maka kita telah mengakui dan siap memenuhi tanggung jawab atas Ijab Qobul tersebut.

Salah satu kewajiban setelah ijab Qobul adalah wajib memberi nafkah pada wanita yang dinikahi. Dan karena ini kewajiban, meninggalkannya adalah dosa dan mengerjakannya menjadi pahala.

Nah itulah beberapa keutamaan suami memberi nafkah bagi keluarga utamanya bagi istri.

Namun bagi Istri jangan sampai melampaui batas karena ada rambu-rambu penting yang juga harus di ketahui istri mengenai nafkah antara lain :

Memahami Kemampuan Suami Mencari Nafkah

Memahami suami via Kamidi.id

Jadi istri yang bijak dan pengertian adalah istri yang mampu mengetahui kemampuan suaminya mencari nafkah. Jangan membandingkan suami sendiri dengan suami orang lain.

Bila suami hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup yang biasa-biasa saja, jangan memaksa suami untuk berusaha lebih keras untuk mendapatkan penghasilan lebih ekstra.

Jika suami hanya seorang nelayan atau petani yang sangat mahir dalam bidangnya, jangan memaksanya menjadi orang lain, namun memberi saran pekerjaan lain yang bisa ia coba adalah baik.

Mensyukuri apa yang telah suami usahakan maksimal tentu akan membuat hidup keluarga menjadi bahagia. Jangan terlalu ingin ini dan itu yang akhirnya menjebak suami untuk melakukan hal yang tidak benar.

Namun hal ini jangan pula digunakan suami untuk bermalas-malasan dalam mencari nafkah. Dengan alasan bahwa kebutuhan sudah terpenuhi atau alasan kemampuan yang memang terbatas hingga nafkah yang di hasilkan juga terbatas.

Menggunakan Uang Sesuai Kebutuhan Pokok

Menggunakan Uang via DailyMoslem

Kebutuhan utama keluarga yaitu sandang, pangan, papan dan pendidikan. Bila kebutuhan ini sudah tercukupi dengan baik, maka jagalah nafkah yang di berikan.

Biarkan suami mengambil keputusan untuk penggunaan di luar dari kebutuhan tersebut. Tentunya kebutuhan ini pun harus di klasifikasi antara kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder.

Misalnya masalah Rumah, bila rumah sudah cukup artinya nafkah pokok telah terpenuhi. Bila Istri menuntut rumah mewah tentu ini sudah jadi kebutuhan yang tidak pokok lagi namun sudah jadi kebutuhan sifatnya sekunder.

Atau bila sudah memiliki pakaian yang sangat layak, namun istri ingin memiliki pakaian yang mewah, maka ini sudah keluar dari kewajiban nafkah. Penggunaan nafkah untuk hal ini tentu harus diketahui oleh sang suami.

Suami memiliki penghasilan berlebih, maka tugas istri adalah menjaga harta suami, bukan menghabiskan uang suami, harap di catat pernyataan ini.

Tugas Suami mencari nafkah untuk istri, tugas Istri bersedekah

Bersedekah via zakat.or.id

Bagi suami, menafkahi Istri dan keluarga pahalanya lebih besar ketimbang memberi makan orang miskin. Sehingga suami lebih memilih untuk memberi nafkah pada istri dan keluarga dibanding pada orang lain.

Nah tugas istri, setelah kebutuhan pokok terpenuhi dengan baik maka tugasnya adalah bersedekah. Karena yang tau kondisi keuangan rumah tangga itu adalah seorang istri.

Istri bisa mengetahui waktu yang tepat untuk bersedekah dengan melihat kondisi keuangan. Namun penggunaan tetap harus dengan persetujuan suami.

Walau bersedekah jadi tugas istri, jangan melarang suami untuk bersedekah. Bila kondisi keuangan sudah cukup, maka sarankan suami untuk bersedekah.

Demikian pula istri harus mampu mendidik diri sendiri untuk rajin bersedekah. Suami pun harus yakin pada istri ketika berniat untuk bersedekah bahkan mendorong si Istri untuk bersedekah ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi dengan baik.

Dengan demikian maka terjalin komunikasi yang baik antara suami istri. Keterbukaan dengan kondisi keuangan yang biasanya jadi pemicu utama pertengkaran.

Membina keluarga haruslah saling pengertian, Suami wajib mengetahui apa saja kewajibannya terhadap istri soal nafkah demikian pula istri harus bisa menjaga nafkah dengan baik.