Home > Fiksi > Kupikir Dia Mantan Ku, Fans Ku, Ternyata!!

Kupikir Dia Mantan Ku, Fans Ku, Ternyata!!

Pria Kesepian Menanti Cintanya

Gelitik.com –  Kala itu matahari mulai menurunkan temperaturnya, awan pun tak menampakkan wajah mendungnya, ku buka hp sejenak dan memerhatikan “oh sudah jam empat sore rupanya” pikiran ku berbisik.

Aku yang duduk di kursi taman sendirian akhirnya melanjutkan memainkan gadget di tangan. Sesekali aku pandangi orang yang lalu lalang.

Ada yang berlari-lari kecil, ada yang bersepeda, ada pula yang jalan dengan santai, semuanya menikmati suasana sore yang indah dengan sinar matahari yang mulai mereda.

Ada yang menggunakan pakaian casual, ada yang menggunakan seragam, ada juga yang menggunakan pakaian putih-putih dengan ban pinggang berwarna merah dan kuning.

Banyak pula yang sibuk berbelanja kuliner dan minuman ringan di pengasong pinggir jalan. Mereka menikmati dengan duduk di bangku taman, yang didominasi oleh pasangan muda mudi akhir zaman.

Semua sibuk dengan aktifitasnya.

Saya menghentikan kegiatan memainkan gadget dan menaruhnya dalam saku celana. Memperhatikan orang-orang disekitar yang sibuk dengan aktifitasnya terasa lebih baik bagiku dan kuanggap sebagai hiburan.

Namun kesendirian ku membuat nikmat sore serasa tidak lengkap, pikiran jahat mulai menggerayangi, apalagi di pancing dengan hadirnya pasangan akhir zaman yang bisa di katakan tampak sebagai penguasa taman. Mata mulai liar menatap sekitar, kali aja ada kaum hawa yang senasib dengan ku, yang mungkin juga sedang mencari pasangan ngobrol untuk melengkapi sore indah hari ini.

Benar saja, dari kejauhan tampak seorang gadis molek menuju ke arah ku, dengan pakaian yang sedikit mirip SPG dan sepatu hak tinggi yang semakin membuatnya tampak indah.

Tapi aku membuang pikiran itu, mana mungkin ada yang mau menghampiri ku, paling ia hanya pengguna jalan yang akan lewat dan berlalu, kemudian aku pun menunduk.

Namun ternyata benar ia datang menghampiri ku, kemudian terdengar suara memanggil, “mas-mas” terasa tepukan di pundak kiri ku.

Hatiku kemudian berbisik, “oh tuhan, ..terima kasih engkau telah mengirimkan pelengkap atas indahnya sore hari ini“.

Ku angkat kepalaku, kutatap wajahnya dalam-dalam, sungguh kecantikan luar biasa bahkan posisinya sebelas dua belas dengan Milea kembali hatiku berbisik lagi, “Oh sungguh sempurna bidadari yang engkau kirim“. Aku terlena dan hanyut dalam tatapan pertama yang begitu penuh makna. Inikah yang di katakan cinta pada pandangan pertama ?

Mas Masih kenal saya ?” terdengar suara yang keluar dari gerak bibirnya yang merah, membangungkan aku dari hanyut pandangan pertama.

Akupun membalas pertanyaannya dengan menampilkan wajah manis penuh pesona dan memasang senyum seperempat. Sambil memberi isyarat bahwa aku sedang berfikir dengan menggaruk-garuk kepala dengan telunjuk.

Saya sedang berfikir dalam, apa gadis ini adalah mantan terindah ku yang terlewat aku catat dalam buku diari, atau kah ia adalah penggemar rahasia ku yang ku abaikan dimasa lalu. Atau mungkin fans berat ku yang sering mengintip profil laman fb ku. Aku terus mencoba berfikir.

Lama aku berfikir, kembali ia bertanya “Mas masih ingatkan, jangan pura-pura lupa deh“,  oh .. suaranya benar-benar merdu, mengalahkan suara Evi Masamba atau bahkan Marion Jola. Semakin membuat ku berfikir dan merancang kisah bahwa aku pernah ada hubungan dengannya.

Tak kunjung kudapati kisah yang tepat, saya mengernyitkan dahi, tanda bahwa saya tidak menemukan memori tentang dirinya dalam otakku, lalu menjawab pertanyaannya “saya lupa mbak” dengan sedikit senyum.

Saya yakin mendengar jawaban ku ini, bibirnya yang merah itu akan segera memberikan kisah yang terhapus dalam memoriku, bahwa dulu kami pernah ada hubungan dekat, atau paling tidak ia mengaku sebagai fans berat dan penggemar rahasia ku yang sering mengintip profil fb ku saat akan tidur dan berharap terbawa dalam mimpinya. oh indanya ..

Gadis manis rupawan itu kemudian berkata “Oh jadi mas benar-benar lupa, saya akan memberi tahukan siapa saya“. oh .. terbayang sudah kisah yang akan ia sampaikan, fakta yang aku lupakan. Membuat jantung ku mulai berdeguk kencang dan rasa penasaran pun sudah tidak tertahankan.

Ia kemudian meneruskan ucapannya “saya dari leasing, sudah 3 bulan mas belum bayar cicilan motor, tolong di lunasi mas sekarang” sambil menunjukkan secarik kertas.

Bruakkk .. mendengar jawaban itu, sore hari yang tampak indah tanpa mendung seakan jadi badai. Kisah-kisah indah yang awalnya jadi harapan ku ternyata tak jadi kenyataan, yang ada malah beban fikiran yang berusaha aku hindari.

Aku lalu berdiri, dengan tidak lagi menampilkan senyum seperempat yang jadi khas ku. Sambil mengambil langkah dan menjawab, “maaf aku tidak kenal, mungkin mbak salah orang“, dan terus berlalu dengan langkah yang sedikit cepat mengikuti irama orang-orang yang sedang berlari-lari kecil di tempat itu.

Sekian ©BloggerBodoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *