Gelitik – Kenapa demikian? Karena selama ini yang di bayangkan, pasien yang menggunakan BPJS kurang dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

Saya pun awalnya berpikiran demikian, namun pelayanannya berbeda dengan apa yang saya bayangkan. Yang menurut saya cukup lumayan walaupun kita tidak bayar.

Ceritanya Lana terpaksa harus rawat inap. Sebenarnya sih tidak ada rencana pakai BPJS. Karena Lana memang belum saya uruskan kartu BPJS. Jadi saya sudah siap siap mau bayar umum. Waktu di pendaftaran,

Petugas : pakai BPJS bu?
Saya : anak saya belum punya BPJS mbak
Petugas : ibu ada kartu BPJS?
Saya : ada mba. (sembari saya tunjukkan kartunya)
Kemudian di cek oleh petugas.

Petugas : ibu ini kartunya bpjs nya dari kantor. Sementara pakai ini dulu. Nanti senin kartu bpjs nya adek Lana diurus ya di kantor  BPJS. (kebetulan pas itu hari sabtu, jd  BPJS nya tutup).

Terdaftarlah Lana sebagai pasien rawat inap dengan BPJS kelas 1. Satu kamar isi 2 orang. Saya belum tau kalau ternyata bisa naik kelas.

Selama di rawat menurut saya pelayanannya lumayan bagus. Perawat sering mengecek secara rutin keadaan Lana. Dokter spesialis anak visit sekali dalam sehari.

Makan 3 kali sehari, camilan 2 kali sehari. AC ruangan dingin, TV ada 2 dalam satu ruangan (masing-masing pasien 1), kamar mandi lumayan luas.

Yang tidak didapatkan oleh pasien BPJS diantaranya waslap dan parkir tidak gratis. Kalau dari segi obat, saya kurang tau. Karena kebetulan selama di rumah sakit, Lana tidak perlu minum obat.

Alhamdulilah hari senin Lana kemungkinan sudah boleh pulang. Tinggal menunggu visit dokter saja.

Saya dan suami pun sudah hampir mau bayar umum saja. Takut gak sempet ngurus BPJS hari senin. Terus takut juga persyaratannya agak banyak.

Ternyata sekali lagi saya salah. Syarat yang dibutuhkan hanya copy ktp, copy kartu keluarga, dan copy kartu bpjs orang tua.

Saya diarahkan untuk ke cs korporasi. Antriannya pun tidak begitu lama. Saat berada di custumer service, saya banyak bertanya. Dari banyaknya pertanyaan saya, begini ringkasannya:

1. Untuk bpjs yang dibayar oleh kantor, iurannya lebih mahal dr BPJS kesehatan mandiri. Besarannya tergantung dr gaji. Makin besar gaji, makin besar potongam BPJS kesehatannya.

2. Kenapa lebih mahal? Karena manfaat utamanya adalah jaminan kesehatan untuk pegawai tersebut. Manfaat tambahannya berupa asuransi kesehatan bagi keluarga kita (sampai anak ke 3).

3. Jadi berapa yang harus saya iur setiap bulan untuk bpjs kesehatan anak saya? Tidak perlu membayar iuran bulanan, karena sudah merupakan manfaat tambahan BPJS milik saya.

4. Saya dengar kartu bpjs baru bisa digunakan 14 hari sejak iuran pertama? Itu untuk BPJS kesehatan mandiri. Kalau BPJS dari instansi, kartunya bisa langsung digunakan. Karena selama ini iurannya sudah dibayarkan oleh perusahaan.

5. Jadi saya ke BPJS kesehatan itu cuma untuk daftarin anggota keluarga baru dan cetak kartu? Benar sekali bu

6. Tapi saya coba tambahkan anggota keluarga melalui jkn mobile kok tidak bisa? Penambahan anggota melalui jkn mobile hanya bisa untuk peserta mandiri. Kalau korporasi harus datang ke kantot BPJS terdekat.

7. Kalau bpjs dari perusahaan suami saya kan kelas 2, itu bisa naik kelas juga? Bpjs sistemnya nge-link. Karena suami merupakan manfaat tambahan juga dari bpjs ibu, maka biarpun bpjs dari kantor suami ibu kelas 2, suami ibu bisa menikmati bpjs kelas 1 tanpa tambahan biaya.

Oke mbak, penjelasan mbak cs bpjs kesehatan (di Pati) sangat jelas. Oleh karena itu, dalam survey layanan, saya kasih bintang 5 semua.

Saat itu juga kartunya jadi dan saya bawa ke bagian adminitrasi rumah sakit. Saya tanyakan berapa tambahan biaya yang harus saya bayarkan untuk 2 hari perawatan.

Bagian administrasi menjelaskan, bpjs kesehatannya Lana kelas 1. Di rumah sakit, Lana dirawat di kelas 1. Sehingga tidak ada tambahan biaya sama sekali.

Alhamdulilah sekali. Coba kalau saya tidak jadi mengurus kartu bpjs Lana. Padahal mengurusnya mudah sekali. Padahal Lana dirawat di rumah sakit yang sama ketika saya harus bayar 1,3 juta untuk cabut 1 gigi saya.

Sekian yang bisa saya ceritakan untuk bpjs yang dari kantor. Ini hanyalah sebuah testimoni dan pengalaman pribadi saya menggunakan bpja pertama kali. Untuk lebih jelasnya, silahkan datang ke kantor bpjs kesehatan setempat.

Untuk bpjs mandiri, saya kurang mengerti. Silahkan teman teman yang mau melengkapi, bisa tinggalkan komentar. Terimakasih (Penulis: Vika Ardiyanti)