Gelitik – Media sosial kini semakin familiar di berbagai kalangan. Pengguna internet Indonesia saat ini telah mencapai 142 juta jiwa dan di dominasi oleh usia 25 – 34 tahun dengan persentase 24,4% dan usia 31 – 45 tahun dengan persentase 29.2% sebagaimana data yang di keluarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016.

Bahkan kominfo menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara ke 6 di dunia dengan jumlah pengguna internet terbanyak.

Pengguna sosial media pun berkembang dengan pesat karena kebanyakan yang menjadi pengguna adalah usia produktif dan di dominasi oleh karyawan dan pekerja.

Baca juga : Jomblo “Pranikah” Anugerah Atau Musibah

Update Status Facebook via apapun

Sosial media seakan menjadi sebuah candu, dimana segala kegiatan harus di ketahui publik. Dari kegiatan yang bersifat umum hingga kegiatan bersifat private.

Karena dominasi ketergantungan media sosial ini, seakan apa-apa harus di publikasikan. Padahal Medsos Bukan Tempat Laporan Apa-apa Harus Diketahui Publik.

Banyak orang yang menggunakan media sosial sebagai tempat untuk mengukur orang lain, apalagi hal yang bersifat negatif.

Tidak pernah pasang foto berlibur dikatakan pemilik akun tak pernah liburan. Tak posting foto pasangan dikatakan orang sebagai orang yang menderita karena tak memiliki pasangan.

Baca Juga : Wahai Suami dan Para Istri, Jangan Umbar Masalah Keluarga Mu di Sosmed

Tidak memposting prestasi, dianggap orang yang tak memiliki prestasi. Bahkan tidak update status pun di kira orang gaptek atau bahkan tidak memiliki cerita dalam hidup.

Apakah akun sosial media adalah tempat laporan publik ??

Sosial media, jika di gunakan hanya untuk tidak berfaedah seperti di atas, maka itu tidak lain hanyalah bentuk riya semata (kesombongan dalam diri).

Bukan demikian ??

Orang yang posting pasangan mungkin hanya ingin di katakan sebagai orang yang memiliki pasangan, yang posting prestasi bukan ingin me-motivasi orang tapi malah ingin menunjukkan kebanggaan atas prestasinya dan bisa di puji orang.

Berhentilah menggunakan media sosial sebagai sebagai ajang pamer. Apalagi sampai pamer masalah private yang sama sekali tidak penting untuk di ketahui publik.

Baca juga : Layanan BPJS Rawat Inap Ternyata Seperti ini

Padahal ada banyak hal bermanfaat yang bisa kamu lakukan dengan akun media sosial kamu. Membuat kata-kata motivasi, mengajarkan ilmu agama dalam dakwah bil hikmah, jualan barang online atau menyampaikan kabar penting yang harus segera di ketahui publik.

Dan penting untuk di ulang bahwa Medsos Bukan Tempat Laporan Apa-apa Harus Diketahui Publik, tapi tempat kegiatan positif.