Gelitik – Setiap akhir tahun, sosial media seperti facebook, twitter dan instagram sering di penuhi dengan stiker poster larangan mengucapkan selamat natal bagi Muslim kepada penganut agama kristen.

Namun bagi penganut agama Kristen masih kurang memahami mengapa umat Islam tidak boleh mengucapkan selamat natal sedangkan mereka tak mempermasalahkan ketika mereka mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri ?.

Lalu bagaimana hukum mengucapkan selamat natal dan selamat tahun baru ?

Ustadz Abdul Somad Hukun Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru

Untuk itu sebuah unggahan video dari salah satu Ulama atau Muballiq yang cukup terkenal yaitu ustadz Abdul Somad di harapkan dapat menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dalam video tersebut dimuali ketika Ustadz Abdul Somad mengatakan meminta maaf kepada Umat Nasrani karena tidak bisa mengucapkan selamat natal, karena orang yang mengucapkan selamat natal mengandung 3 makna.

Mengakui bahwa Nabi Isa anak Tuhan

Mengucapkan selamat natal berarti telah mengakui Nabi Isa adalah anak tuhan, padahal Al-qur’an telah membantah pernyataan tersebut.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam”, padahal al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Isra’il, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih” (QS al-Mā’idah [5]: 72–73).

Dengan mengucapkan selamat natal berarti telah mengakui bahwa Isa adalah Anak tuhan atau tuhan dari yang tiga (trinitas)

Mengakui bahwa Nabi Isa Lahir 25 desember

Mengucapkan selamat natal juga bermakna pengakuan terhadap hari kelahiran Nabi Isa. Sedangkan Al-Qur’an pun telah menjelaskan bagaimana proses kelahiran Nabi Isa.

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)

Ayat ini menjelaskan bahwa saat Nabi Isa dilahirkan, kurma sedang berbuah. Dan buah kurma akan mengkal matang musim panas mulai bulan juli hingga agustus.

Baca juga : Waspada !!! Survei Ust Abdul Somad Lebih Dipatuhi daripada Habib Rizieq Adalah Politik Adu Domba

Berbeda dengan 25 Desember yang mana bukan musim panas tapi musim dingin dimana Salju turun. Dan ini menyelisihi al-Qur’an.

Perayaan 25 Desember di sebut sebagai hari lahirnya dewa matahari yang di ambil dari Konstantinopel inisiatif raja Konstantin.

Mengakui bahwa Nabi Isa mati di palang salib.

Mengucapkan selamat hari natal juga bermakna bahwa mengakui Nabi Isa mati di palang salib. Hal ini pun di bantah Al-Qur’an.

Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)

ayat ini pun membantah kalau Nabi Isa mati di palang salib. Namun yang di salib adalah seseorang yang diserupakan.

Baca juga : Nasehat Ustadz Adi Hidayat: Apabila Sudah Selesai Kerja, Jangan Langsung Pulang!

Ustadz Abdul Somad mengatakan yang salib adalah Yudas Iskariot, salah satu murid Nabi Isa yang berhianat karena beberapa keping emas dan menunjukkan lokasi persembunyian Nabi Isa.

Untuk menyaksikan penjelasan Ustadz Abdul Somad soal larangan mengucapkan selamat natal dapat dilihat dalam video Ustadz Abdul Somad | tentang ucapan selamat natal & tahun baru

Sebagai seorang muslim, memahami akidah dan ajaran agama sangatlah penting. Jangan karena alasan toleransi yang di salah artikan menyebabkan terjebak dalam kejahilan.