Mengapa Perlu Adanya Perencanaan Keuangan

Pentingnya perencanaan keuangan guna mencapai satu tujuan dimaksudkan supaya dalam mencapai tujuan dengan lancar dan bisa terhindar dari berbagai persoalan keuangan.

Yang namanya untuk mencapai satu tujuan hidup diperlukan sebuah perencanaan. Baik itu tujuan dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun untuk tujuan jangka panjang. Oleh sebab itu perlu adanya perencanaan matang yang di sertai dengan perencanan keuangan yang tepat guna mencapai tujuan tersebut dari segi financial.

Alasan Penting Mengapa Perlu Adanya Perencanaan Keuangan

Pentingnya sebuah perencanaan keuangan guna mencapai satu tujuan dimaksudkan supaya dalam mencapai tujuan bisa berjalan lancar dan bisa terhindar dari berbagai persoalan utamanya yang berkaitan soal masalah keuangan.

Baik itu sebuah rencana keuangan jangka pendek atau pun perencanaan keuangan jangka panjang.

Read More

Terkadang, walau sempurna sebuah rencana untuk mencapai tujuan namun tidak adanya perencanaan keuangan yang mendampinginya maka kemungkinan besar masalah bisa timbul terutama soal financial.

Misalnya, rencana liburan akhir pekan, walau perencanaan baik, sudah menentukan tempat liburannya, sudah menentukan hari dan tanggal berangkatnya, bahkan sudah membuat jadwal kegiatan yang tersusun rapi mengenai apa saja yang di lakukan di tempat liburan tersebut.

Tetapi yang jadi masalah apa keuangan yang dimiliki mencukupi untuk mencapai tujuan tersebut?.

Okelah, uang banyak, kalau soal kekurangan tidak akan mungkin karena memiliki uang yang lebih dari cukup, walau pun kasusnya demikian tetap saja perencanaan keuangan tetap harus di buat agar terhindar dari sifat boros dan mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting.

Mungkin secara singkat, manfaat yang di dapatkan dengan adanya perencanaan keuangan dapat di lihat dari poin-poin penting berikut ini :

1. Agar tujuan bisa tercapai sesuai jadwal

Biasanya untuk mencapai tujuan, jadwal atau target waktunya sudah ditentukan. Misalnya ingin beli rumah setelah usia 30 tahun atau setelah 5 tahun menikah. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan rencana keuangan guna mencapainya.

Jadi dengan jadwal target tujuan tersebut maka kita sudah mampu untuk memprediksi berapa uang yang harus disisihkan dengan waktu yang tersisa untuk mencapai tujuan terebut ssuai jadwal yang di tetapkan.

Selain itu juga menjadi motivasi dalam mencapai target simpanan yang harus disisipkan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk berhati-hati soal penggunaan uang dari penghasilan yang di miliki.

Bahkan terkadang dengan adanya sebuah target waktu sebuah tujuan untuk di capai, otak biasanya akan semakin kreatif dalam pemenuhan akan target tersebut. Termasuk kreatif dalam mencari penghasilan tambahan guna mendukung perencanaan keuangan dalam proses mencapai target tujuan itu.

2. Agar tidak mengalami masalah keuangan

Dengan adanya perencaan keuangan yang matang maka kemungkinan masalah soal keuangan dalam mencapai sebuah tujuan tidak akan terjadi. Tentu saja masih akan ada masalah-masalah keuangan yang bisa terjadi tapi tidak akan seberat sebuah masalah yang tidak dilengkapi dengan perencaan keuangan.

Misalnya saja target 5 tahun setelah menikah punya rumah dan kini waktu pelaksaan tujuan tersebut. Karena perencanan keuangan yang telah lama disiapkan maka tujuan tersebut akan mudah di capai.

Pastinya tidak akan ada masalah financial soal pengadaan rumah tersebut. Bila rumah yang langsung di beli mungkin masalahnya hanya soal tempat atau lingkungan atau model bangunan yang tidak sesuai keinginan karena membeli bangunan jadi.

Atau bila rumah tersebut di bangun sendiri dari nol maka yang biasanya terjadi adalah adanya biaya-biaya tambahan yang tidak terduga yang melebihi budget, namun itu bukanlah masalah yang berarti.

3. Menetukan kapan waktu tujuan tercapai

peran penting tentang perencaan keuangan adalah mampu untuk menentukan waktu yang tepat untuk mencapai sebuah tujuan. Misalnya dengan melihat kemampuan pendapatan yang ada, maka dengan mudah kita bisa menentkan waktu yang tepat untuk melaksanakan tujuan tersebut.

Contohnya, kapan bisa liburan dan dimana tempat yang cocok,maka dengan melihat kemampuan keuangan dan menentukan budget perencanaanya maka waktu pelaksanannya bisa di tentukan dengan mudah.

Karena secara pribadi, kita tentu mengetahui kapasitas dan kemampuan keuangan milik kita sehingga menentukan waktu untuk terlaksananya suatu tujuan lebih gampang untuk kita pahami dan kita sesuaikan.

4. Agar tidak terlilit hutang

Orang yang ingin mencapai sebuah tujuan tanpa perencanaan keuangan yang matang biasanya akan menjadikan utang sebagai alternatif untuk menutupi masalah financial dalam mencapai tujuan yang ingin di capai tersebut.

Namun bila memiliki perenacaan keuangan, utang bisa di hindari terutama saat-saat pelajsanaan dalam mencapai tujuan yang dimaksud.

Misalnya orang yang ingin membuka bisnis warung makan, akan sangat berbeda antara orang dengan perencanaan keuangan dan orang tanpa perencaan keuangan.

Orang dengan perencaan keuangan tidak akan berani bertindak untuk membuka sebuah warung bila keuangan yang di miliki belum mencukupi sedangkan orang tanpa perencaan keuangan akan bertindak lebih cepat sehingga salah dalam mengambil keputusan.

Orang dengan perencanaan keuangan yang baik akan melakukan pencairan dana secara bertahap sesuai budget dan anggaran yang telah di tetapkan. Dan orang yang tanpa perencaan keuangan akan langsung menggelontorkan dananya tanpa pernah berfikir harus memuali dari mana yang petnig warungnya segera beroperasi.

5. Mengontrol keuangan secara maksimal

Ada pun tujuan lain dari perencaan keuangan adalah mengotrol pengeloaan pendapatan secara maksimal. Dengan adanya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan didampingi sebuah rencana keuangan yang baik maka penggunaan dana atas penghasilan bisa terkontrol.

Setiap pengeluaran sudah di tentukan jumlah dan anggarannya, hal ini membuat pengeluaran tersebut bisa dikendalikan dan bisa dipenuhi dengan baik karena adanya penganggaran sebelumnya dalam perencanaan keuangan.

Artinya setiap pendapatan atau penghasilan, jauho-jauh hari sebelumnya sudah di tetapkan pembagiannya shingga ketika uang ada di tangan maka segera di tempatkan pada pos-pos masing.

6. Fokus terhadap tujuan

Saat memutuskan untuk membuat perencanaan keuangan terhadap sebuah tujuan maka kamu bisa fokus pada tujuan tersebut. Karena adanya rasa tanggung jawab untuk mencapai tujuan itu sehingga fokus kamu tidak akan bisa buyar.

Misalnya tujuan untuk memiliki motor matik tahun depan yang tentunya telah di hitung berdasarkan kemampuan financial, maka bisa di pastikan kamu akan berusaha mencapainya.

Apalagi persoalan penetapan waktu dan penyisihan jumlah pendapatan untuk mencapai tujuan tersebut telah di buat. Kamu tidak akan mau asal menggunakan uang kamu dan senantiasa menjadikan tujuan memiliki motor sebagai rem untuk boros dalam mengelola keuangan pribadi mu.

7. Mencapai tujuan tepat waktu

Hampir sama dengan point pertama yaitu agar tujuan bisa tercapai sesuai jadwal, tapi ini secara khusus untuk sesuatu tujuan dengan proses yang lebih panjang.

Contohnya adalah memiliki rumah dengan 2 cara yaitu langsung membeli rumah jadi atau membangun rumah dari nol. Dan bagian ini adalah khusus untuk membangun rumah dari nol.

Bila memiliki perencanaan matang dengan tujuan memiliki rumah dari nol maka tidak akan ada kendala berarti dari sisi keuangan. Karena semua kebutuhan sudah di masukkan dalam anggaran keuangan yang telah di buat sebelumnya.

Sebagai kesimpulan :

Bahwa perencanaan keuangan harus selalu ada, sekecil atau sebesar apapun sebuah tujuan, rencana keuangan harus dibuatkan. Bahkan seorang ibu rumah tangga pun yang mau kepasar butuh rencana keuangan.

Misalnya ada ibu rumah tangga yang ingin membuatkan masakan rendang untuk keluarga maka dia harus membuat rencana keuangannya. Menentukan bahan-bahan yang akan di beli dipasar dan mencatatnya (rencana keuangan).

Jika ibu tersebut berangkat kepasar untuk membeli bahan rendang bisa saja ia melewatkan sesuatu atau salah satu bahan, misaal lupa beli lengkuas atau lupa membeli santan.

Tetapi bila memiliki rencana keuangan berupa catatan bahan maka bisa dipastikan 100% semua bahan akan terbeli.

Perencanaan keuangan juga tidak harus sebuah bentuk laporan keuangan dengan format sempurna ala laporan, tetapi bisa berupa catatan-catatan kecil yang membantu untuk mengingatkan kita akan sebuah tujuan, cara mencapai tujuan tersebut tanpa harus mengeluarkan anggaran yang lebih dari apa yang telah disiapkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *