Semua orang ingin Bisnis dan Keluarganya sukses. Tapi bagaimana cara mencapai kesuksesan dalam bisnis dan keluarga?. Ternyata tipsnya cukup mudah jika kita memahami secara baik.

Untuk sukses dalam bisnis dan keluarga maka cukup dengan menyerahkan pada Tuhan untuk mengatur harta kamu. Biarkan Allah yang mengatur dan mengelolanya untuk kamu. Karena Allah adalah sebaik sebaik-baik pengatur dan penjaga segala sesuatu.

Lalu bagaimana cara menyerahkan harta kepada Allah untuk di atur oleh-Nya?

Menyerahkan harta kepada Allah untuk di atur oleh-Nya bukanlah kata sebenarnya, namun hanya kata kiasan. Dimana makna sebenarnya adalah hiduplah dengan aturan Allah dalam mengatur harta.

Dalam pengelolaan harta, Allah telah memberi petunjuk baik langsung dalam al-Qur’an atau melalui hadist Nabi Muhammad. Dengan mempelajarinya, menjalankan sesuai aturan-Nya, maka yakinlah kamu akan menemukan kesuksesan sebenarnya.

Apa saja point penting dalam pengaturan harta?

Allah telah mengatur soal harta warisan, maka penuhilah aturan itu bila ingin mencapai kesuksesan

Bagi yang sedang memiliki amanah tentang harta warisan maka bagi lah sebagaimana Allah inginkan. Hukum harta warisan sangat jelas utamanya harta warisan untuk anak yatim.

Jangan mengambil hak anak yatim walau itu saudara kandung kamu sendiri. Berikan dan tunaikan hak mereka sebagai penerima warisan walau pun ia masih kecil dan tidak mengerti soal warisan dan harta.

Demikian pula pembagian yang adil terhadap saudara perempuan, walau memiliki suami, mereka wajib mendapatkan haknya. Waris juga dalam pembagian harta gonogini, perlu di perhatikan dengan baik. Lakukan dengan jujur dan adil tanpa mengurangi hak orang lain.

Allah mengajarkan tentang jual beli dan menjelaskan tentang riba, jangan merasa berat

Bagi kamu yang menjalankan bisnis, perhatikan bahwa Allah telah mengatur masalah bisnis terutama soal perdagangan. Jaga timbangan sesuai aturan yang sebenarnya.

Jangan melakukan riba dengan mengurangi timbangan, menipu atau mengambil utang dengan ketetapan bunga. Walau kamu butuh modal tambahan, bersabar lebih baik ketimbang berurusan dengan utang yang mengandung riba.

Bila kamu butuh modal tambahan sebaiknya cari pinjaman tanpa bunga, namun bila tidak mendapatkan pinjaman tanpa bunga, maka bersabar lebih baik ketimbang terjebak dalam dosa riba.

Dalam tiap penghasilan yang kamu dapat, ada hak orang miskin dan anak yatim, penuhilah

Kamu harus selalu memperhatikan hak-hak orang lain dalam harta kamu. Allah mengatur bahwa 2.5%dari penghasilan kamu adalah milik anak yaitu dan fakir miskin.

Dahulukan mengeluarkan kewajiban yang Allah telah tetapkan agar penghasilan kamu berkah. Dan Usaha kamu juga ikut berkah dengan semakin majunya bisnis kamu dan bahagianya keluarga kamu.

Jangan menunda hingga waktu tertentu, Ramadhan misalnya, karena bila jumlahnya akan semakin besar. Karena jumlah besar itu kamu akan berat mengeluarkannya dan rasa ikhlas pun akan hilang.

Dalam bisnis, Penuhilah kewajiban kamu atas hak-hak karyawan kamu, jangan takut rugi

Penuhi hak-hak tiap karyawan dengan baik, bayar gaji mereka tepat waktu. Dengan demikian mereka akan bekerja dengan baik lagi dan akan membuat usaha kamu makin sukses.

Atau sedang terjadi pemberhentian, penuhi pesangon mereka tanpa sedikit pun mengurangi hak-hak mereka. Karena bisa jadi hal-hal yang kamu anggap sepele adalah pelanggaran berat dalam pandangan Allah.

Selain itu dalam keluarga, penuhi hak nafkah istri dan keluarga. Jangan menafkahi kawan dan teman kamu dengan traktir kapan saja, tapi lupa dengan mentraktir istri dan anak di rumah.

Infaq dan Sedekah tidak akan membuat kamu jatuh miskin, jangan takut Yakinlah janji Allah

Jika kamu mendapatkan uang, selain mengeluarkan zakatnya, ada baiknya kamu meraih bonusnya dengan bersedekah.

Infaq dan Sedekah akan membuat kamu makin sukses, tidak akan berkurang harta kamu dengan infaq dan sedekah. Allah bahkan menjanjikan tambahan nikmat pada kamu jika melakukannya.

Dengan berinfaq dan sedekah, kamu akan memperoleh ketenangan dalam menjalankan bisnis demikian juga mendapat kebahagiaan bersama keluarga tercinta.

Menafkahi Istri dan keluarga adalah kewajiban, niat kan ikhlas usahamu untuk mereka bukan untuk anak istri orang lain

Jika belum berkeluarga, nafkahi orang tua kamu, biar hidupmu berkah dalam do’a orang tua. Jika kamu telah berkeluarga, maka niatkan usaha kamu untuk menafkahi istri dan anak kamu di rumah. Bukan anak orang apalagi istri orang lain.

Niatkan usaha yang lurus demi anak istri atau untuk bapak ibu, itu lebih utama dan mengundang datangnya kesuksesan. Bukan niat lain seperti untuk hura-hura atau selingkuh dengan anak orang.

Kamu boleh liat bagaimana nasib mereka yang tidak lurus niatnya dalam berbisnis. Kebanyakan mengalami kebangkrutan, usaha terus merugi, anak istri malah pergi.

Menyerahkan kepada Allah untuk mengatur harta kamu bermakna kamu mengikuti aturan dan tuntunan yang telah Allah gariskan soal urusan harta. Yakinlah, Insya Allah kamu akan memperoleh kesuksesan dalam Bisnis dan Keluarga.