Gelitik – Tahukah kamu bahwa tanggung jawab seorang laki-laki terhadap perempuan itu ada pada 4 wanita. Laki-laki wajib bertanggung jawab pada Ibunya, Pada Saudara Perempuannnya, pada Istrinya dan pada anak-anak perempuannya.

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Menunjukkan, wanita sering salah dibanding laki-laki dalam bersikap menghadapi persoalan hidup.

Bila wanita salah dalam menyikapi masalah hidup, maka itu wajar, namun bila laki-laki salah dalam menyikapi persoalan hidup maka itu bisa di anggap kurang ajar.

Seorang suami, di wajibkan jadi suri tauladan baik bagi istri atau anak-anaknya. Ketika suami tidak bisa menjadi teladan bagi keluarga, lalu siapa lagi yang bisa di jadikan panutan.

Seorang suami di tuntut sebagai pendidik bagi keluarga, baik bagi istri atau pun bagi anak-anaknya. Bagaimana pun kondisi istri dan anak-anaknya, apa mereka penurut atau penentang, ia harus tetap menjadi pendidik dan suri tauladan.

Bagi suami, mendidik keluarga menjadi keluarga yang baik sesuai norma-norma sosial dan agama tidak mesti dengan perkataan atau kekerasan. Paling banyak dilakukan adalah dengan memberi contoh berupa tindakan dan perbuatan.

Suami adalah contoh, maka suami harus menjaga sikap dan tindakannya

Suami adalah contoh, maka suami harus menjaga sikap dan tindakannya
Suami Sholat via Dream.co.id

Seorang suami harus bisa jadi contoh khususnya soal ibadah. Ibadah ada banyak macam. Bila suami rajin beribadah, maka akan di anggap wajar bila istri juga taat beribadah.

Atau bila suami rajin sholat kemudian istri tidak taat beribadah maka itu pun masih di anggap hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah ketika Istri rajin Sholat tapi suami malah tak pernah sholat.

Ajarilah Istri dan anak-anak kamu untuk beribadah tanpa perlu menyampaikan kepada mereka. Cukup dengan kamu memberi contoh perbuatan dengan sendirinya mereka pun akan tergerak untuk mengikuti kamu.

Jangan mengajari anak istri kamu salah dengan menjadi contoh buruk bagi mereka. Karena seorang suami adalah contoh, maka jangan heran, keluarga itu selalu di gambarkan dari bagaimana suaminya.

Emansipasi Wanita bukan berarti menyamakan kedudukan pria dan wanita sama di semua lini kehidupan

Emansipasi Wanita bukan berarti menyamakan kedudukan pria dan wanita sama di semua lini kehidupan
Suami Istri Romantis Via Tempo

RA. Kartini memperjuangkan emansipasi wanita, namun bukan berarti pria dan wanita memiliki kedudukan sama di semua lini kehidupan. RA. Kartini memperjuangkan pendidikan juga berhak di dapatkan oleh wanita.

Emansipasi di sini bermakna bahwa wanita juga bisa dan berhak menjalankan tugas-tugas pria dan kesempatan yang sama baik itu dalam pendidikan atau pekerjaan.

Namun ada hal-hal yang tidak bisa di samakan khususnya dalam posisi keluarga. Wanita tidak bisa menggantikan posisi suami sebagai kepala rumah tangga. Bahkan wanita memiliki penghasilan jauh lebih besar dari suami, tetap saja wanita tak bisa jadi kepala rumah tangga.

Jadi seorang istri harus sadar bahwa bagaimana pun ia, apa ia lebih baik dari suaminya dari sisi materi, tetap saja ia harus paham kedudukannya sebagai seorang istri terhadap suaminya.

Istri harus siap melayani suaminya lahir batin dan tidak merasa di atas suaminya walau ia berpenghasilan besar atau memiliki jabatan lebih tinggi dalam karirnya. Istri harus menjadikan suami sebagai tauladan baginya bagaimana pun kondisi suaminya.

Suami berhak dilayani, tetapi Istri berhak di nafkahi

Suami berhak dilayani, tetapi Istri berhak di nafkahi
Menolak Melayani Suami via Inilah.com

Tidak peduli bagaimana pun kamu dan istri kamu dari sisi materi dan kedudukan. Ketika kamu memutuskan menikah dan berkeluarga maka kamu harus bisa saling memahami hak dan kewajiban masing-masing.

Bila kamu orang kaya raya dan menikah dengan pria miskin, maka kamu wajib melayaninya. Tidak peduli kamu adalah anak orang kaya atau memiliki kedudukan yang tinggi.

Sebaliknya, bila kamu seorang suami menikahi wanita kaya raya dengan karir dan jabatan yang tinggi, walau ia memiliki penghasilan jauh lebih besar dari kamu, maka kamu tetap wajib memberikannya nafkah.

Saling memahami antara suami istri soal hak dan kewajiban itu penting. Jangan taunya hanya menikah dan punya anak tapi tidak sadar akan tanggung jawab setelah ijab qobul.